Ruang Lingkup PSAK 216
PSAK 216 menjadi panduan pencatatan aset tetap berwujud yang digunakan dalam produksi, penyediaan jasa, disewakan, atau untuk administrasi. Contohnya gedung, kendaraan, mesin, dan peralatan kantor. Tantangan praktiknya sering bukan pada pembelian, melainkan memastikan setiap aset punya identitas, lokasi, umur manfaat, dan penanggung jawab yang jelas.
Pengakuan dan Pengukuran
Aset diakui ketika manfaat ekonominya kemungkinan mengalir ke perusahaan dan biayanya dapat diukur secara andal. Setelah pengakuan awal, perusahaan memilih model biaya atau model revaluasi sesuai kebijakan yang diterapkan konsisten. Komponen signifikan dengan pola manfaat berbeda perlu dipisahkan agar penyusutannya masuk akal.
Kontrol Aset dan Penyusutan
Register aset yang rapi menyimpan tanggal beli, nilai perolehan, metode penyusutan, akumulasi penyusutan, nilai buku, dan riwayat pemindahan. ERP mengurangi risiko aset tercatat ganda dan memudahkan jurnal penyusutan bulanan.
Bandingkan juga PSAK 201 dan PSAK 207. Sopwer membantu menghubungkan pembelian, aset, dan laporan keuangan melalui ERPNext.
Pertanyaan Umum
Kapan aset mulai disusutkan?
Umumnya ketika aset tersedia untuk digunakan sesuai kondisi dan lokasi yang direncanakan perusahaan.





