Mengenal PSAK 219
PSAK 219 mengatur bagaimana perusahaan mengakui dan mengungkapkan imbalan yang diberikan kepada pekerja. Cakupannya meliputi gaji, cuti, bonus, pesangon, program pensiun, dan manfaat pascakerja. Standar ini membuat biaya tenaga kerja tidak hanya dilihat ketika kas dibayar, tetapi juga saat kewajiban perusahaan terbentuk.
Jenis Imbalan Kerja
Imbalan jangka pendek biasanya diselesaikan dalam waktu dekat, sedangkan imbalan pascakerja membutuhkan estimasi dan kadang perhitungan aktuaria. Perusahaan juga perlu membedakan program iuran pasti dan imbalan pasti karena risiko pengukurannya berbeda. Data masa kerja, gaji, turnover, dan kebijakan benefit harus dapat ditelusuri.
Membangun Data yang Rapi
Hubungkan master karyawan, payroll, cuti, bonus, dan jurnal. Dengan begitu, tim HR dan keuangan berbicara dari sumber data yang sama. Lakukan review kewajiban setiap periode dan dokumentasikan asumsi yang dipakai.
Pelajari juga PSAK 201. Sopwer dapat membantu menyatukan proses SDM dan akuntansi dalam modul HR yang lebih tertib.
Pertanyaan Umum
Apakah payroll saja cukup?
Payroll mencatat pembayaran, tetapi PSAK 219 juga membutuhkan pengukuran kewajiban dan pengungkapan manfaat yang belum dibayar.




