Apa Itu Properti Investasi?
PSAK 240 mengatur properti berupa tanah atau bangunan, atau bagian dari bangunan, yang dimiliki untuk memperoleh rental atau kenaikan nilai, bukan untuk dipakai sendiri dalam produksi, penyediaan jasa, atau administrasi. Contohnya gedung yang disewakan kepada pihak lain dan tanah yang disimpan untuk kenaikan nilai jangka panjang. Klasifikasi ini memengaruhi pengukuran serta cara pembaca memahami aset perusahaan.
Membedakan dari Aset Tetap
Properti yang dipakai sendiri biasanya masuk PSAK 216, sedangkan properti investasi menghasilkan manfaat terutama dari sewa atau apresiasi nilai. Jika penggunaan berubah, perusahaan perlu meninjau klasifikasi dan mendokumentasikan tanggal perubahan. Keputusan tersebut sebaiknya didukung kontrak sewa, bukti penggunaan, serta kebijakan akuntansi yang konsisten.
Kontrol dan Pengukuran
Simpan register properti, lokasi, luas, status sewa, penyewa, nilai perolehan, biaya perawatan, dan hasil penilaian. Rekonsiliasi pendapatan sewa dengan bank dan buku besar membuat laporan lebih dapat dipercaya. ERP membantu menghubungkan kontrak, tagihan sewa, aset, dan laporan keuangan.
Baca PSAK 216 Aset Tetap dan PSAK 201. Untuk sistem terintegrasi, pelajari ERPNext 16 atau hubungi Sopwer.
Pertanyaan Umum
Apakah semua gedung yang disewakan masuk properti investasi?
Pada prinsipnya properti yang dimiliki untuk menghasilkan rental dapat masuk ruang lingkupnya, tetapi penilaian harus melihat penggunaan, struktur kepemilikan, dan kebijakan akuntansi yang berlaku.





