Mengenal PSAK 221
PSAK 221 membahas pengaruh perubahan kurs valuta asing, khususnya amendemen mengenai pengungkapan ketika suatu mata uang tidak dapat ditukarkan. Isu ini muncul ketika perusahaan tidak bisa memperoleh mata uang asing melalui mekanisme pasar yang normal, atau hanya dapat menukarnya dengan batasan dan biaya yang tidak biasa. Bagi bisnis dengan transaksi lintas negara, kondisi tersebut perlu terlihat jelas di laporan keuangan.
Apa yang Perlu Diungkapkan?
Manajemen perlu menjelaskan mata uang yang terdampak, alasan ketidaktersediaan pertukaran, kurs yang digunakan, metode penentuannya, serta risiko yang masih ditanggung perusahaan. Pengungkapan yang baik membantu investor memahami mengapa angka rupiah berbeda dari kurs pasar yang biasanya digunakan.
Persiapan Data dan Sistem
Mulailah dengan daftar rekening dan transaksi berdenominasi asing. Pastikan kurs historis, kurs penutup, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan dokumen pendukung dapat ditelusuri. Sistem ERP yang menyimpan kurs berdasarkan tanggal transaksi akan mengurangi koreksi manual dan memudahkan audit.
- Inventarisasi saldo valuta asing.
- Tentukan sumber kurs dan otorisasi perubahan.
- Rekonsiliasi piutang, utang, bank, dan buku besar.
Baca juga PSAK 201 agar pengungkapan kurs ditempatkan dalam penyajian laporan yang tepat. Sopwer membantu bisnis membangun alur data keuangan yang lebih rapi melalui solusi ERPNext.
Pertanyaan Umum
Apakah semua transaksi asing memakai kurs yang sama?
Tidak selalu. Kurs bergantung pada tanggal transaksi, tanggal pelaporan, dan kondisi pertukaran mata uang sesuai kebijakan akuntansi yang berlaku.





